Ketika menulis ini, saya sedang menyusun Tugas Akhir sebagai Mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Tugas akhir tersebut adalah karya tulis ilmiah berupa Tesis.
Sekarang sudah memasuki semster lima (nambah satu semester dari yang seharusnya). Penulisan tesis ini dirasa lambat apabila melihat teman-teman seangkatan yang sudah ujian Tahap 1 bahkan ada yang sudah Tahap 2. Namun bisa tergolong cepat apabila melihat teman-teman yang masih Seminar Proposal.
tentunya dalam hal prestasi, kita harus melihat ke atas, bukannya melihat ke bawah. Hal ini perlu untuk memberikan motivasi serta dorongan agar lebih semangat dalam penyusunan Tesis. Terkadang bukan motivasi yang didapat ketika melihat ke atas, malah yang terjadi adalah rasa minder, kurang percaya diri dan penyesalanan atas apa yang telah terjadi sebelumnya.
Banyak sekali alasan yang diumbar ketika banyak orang menanyakan kenapa bisa telat seperti ini, alasannya dosen pembimbing lah, pemunduran seminar proposal lah, Sekolah tempat penelitiannya libur lah, dll. Tapi ketika benar-benar melakukan introspeksi diri, hanya ada tiga alasan yang tepat untuk menjabarkan keterlambatan ini. Ketiga alasan itu adalah MALAS, MALAS dan MALAS.
Dibalik keterlambatan ini ada hikmah yang terkandung didalamnya, yaitu beasiswa untuk penyelesaian tesis yang didapatkan dari LPDP (Lembaga Penyelenggara Dana Pendidikan). Pertama saya mendapat informasi beasiswa ini dengan googling. Namun awalnya tidak yakin dengan beasiswa ini karena program studi yang saya jalani tidak termasuk prodi yang diprioritaskan. Seiirig berjalannya waktu, saya mendapat informasi bahwa adik ipar saya mendapat panggilan untuk wawancara beasiswa ini walaupun prodi yg dijalaninya tidak diprioritaskan juga ileh lembaga ini. Dengan begitu saya mendapatkan kepercayaan diri untuk mendaftar. Selang benerapa bulan saya mendapat panggilan untuk wawancara di Jakarta terkait beasiswa ini. Ketika wawancara saya tidak mendapat kesulitan karena sebelumnya membaca beberapa review dari beberapa orang yang pernah diwawancarai, bahkan ada artikel yang bersumber dari pewawancara. Dari situ saya mendapatkan tips yang sangat penting yakni be your self. Alhamdulillah 2 bulan setelah wawancara saya mendapat email yang berisi tentang pernyataan bahwa saya lolos tahap wawancara dan mendapatkan beasiswa tersebut.
