Menyampaikan informasi itu harus BAL
Benar
Akurat
Lengkap
Senin, 19 April 2010
5-AT Rumus Mujahadah
- luruskan niat
- bulatkan tekat
- perbanyak tobat
- jauhi maksiat
- tebarkan manfaat
categories:
Curhatanku,
KH. Abdullah Gymnastiar
Minggu, 18 April 2010
Arti Pendidikan
Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata "didik", Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Menurut bahasa Yunani : pendidikan berasal dari kata "Pedagogi" yaitu kata "paid" artinya "anak" sedangkan "agogos" yang artinya membimbing "sehingga " pedagogi" dapat di artikan sebagai "ilmu dan seni mengajar anak".
Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Wikipedia, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Dari pernyataan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Jumat, 16 April 2010
Senin, 12 April 2010
Dunia bukanlah ukuran yang sejati
Kita seringkali mengukur kesuksesan, kerugian, dan keberuntungan dengan takaran duniawi. Harta, jabatan, kepopuleran, kecelakaan, dan musibah sejatinya tidak dapat dijadikan ukuran untuk menilai seseorang itu sukses atau tidak.
Rasul pernah ditanya, orang yang paling beruntung itu yang bagaimana? Rasul menjawab "Barang siapa yang keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung, barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang rugi, dan barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia itulah orang yang celaka"
Menurut Rasul keberuntungan itu adalah jika kualitas hidup kita hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi, kesuksesan dan keberuntungan tidak ditentukan dari banyaknya uang, tingginya jabatan, dan kepopuleran. Musibah yang menimpa kita pun bukan ukuran bahwa kita celaka, boleh jadi itu adalah ujian untuk membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi seorang yang makin bertaqwa. Taqwa inilah keberuntungan yang sejati.
Dicabutnya nikmat dunia bukan berarti kerugian, asal hal ini dapat makin mendekatkan kita kepada Allah. Penderitaan, baik lahir maupun batin jika disikapi dengan baik maka akan menjadi sarana untuk menggugurkan dosa, dari sini akan ada banyak hal positif yang bisa didapat antara lain: hati menjadi lembut, ibadah menjadi khusyu', akhlak menjadi lebih baik, tawadhu, dan istiqomah.
Lihatlah berapa banyak orang dengan dunia berlimpah tetapi jauh dari Allah, hatinya goyah, cenderung melakukan maksiat dan munafik.
Berikut ini adalah doa yang senantiasa dipanjat oleh Rasulullah saw:
Ilmu yang bermanfaat - Carilah ilmu sebanyak-banyaknya baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat, jangan sampai hari-hari kita terlewati tanpa ada pertambahan ilmu.
Rejeki yang baik - Setidaknya ada 2(dua) syarat yang harus dipenuhi agar rejeki dapat dikatakan baik jika zat dan cara memperolehnya juga halal.
Rasul pernah ditanya, orang yang paling beruntung itu yang bagaimana? Rasul menjawab "Barang siapa yang keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung, barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang rugi, dan barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia itulah orang yang celaka"
Menurut Rasul keberuntungan itu adalah jika kualitas hidup kita hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi, kesuksesan dan keberuntungan tidak ditentukan dari banyaknya uang, tingginya jabatan, dan kepopuleran. Musibah yang menimpa kita pun bukan ukuran bahwa kita celaka, boleh jadi itu adalah ujian untuk membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi seorang yang makin bertaqwa. Taqwa inilah keberuntungan yang sejati.
Dicabutnya nikmat dunia bukan berarti kerugian, asal hal ini dapat makin mendekatkan kita kepada Allah. Penderitaan, baik lahir maupun batin jika disikapi dengan baik maka akan menjadi sarana untuk menggugurkan dosa, dari sini akan ada banyak hal positif yang bisa didapat antara lain: hati menjadi lembut, ibadah menjadi khusyu', akhlak menjadi lebih baik, tawadhu, dan istiqomah.
Lihatlah berapa banyak orang dengan dunia berlimpah tetapi jauh dari Allah, hatinya goyah, cenderung melakukan maksiat dan munafik.
Berikut ini adalah doa yang senantiasa dipanjat oleh Rasulullah saw:
Dalam doa ini Rasul memohon kepada Allah 3(tiga) hal, ketiga hal ini sebaiknya juga dapat selalu mewarnai kehidupan kita.Allahumma inni as'aluka 'Ilman naafi'an, wa rizqan tayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan
"Ya Allah, aku mohon kepadamu agar engkau memberi kamu ilmu yang bermanfaat, rejeki yang baik, dan terimalah amal ibadah kami"
Ilmu yang bermanfaat - Carilah ilmu sebanyak-banyaknya baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat, jangan sampai hari-hari kita terlewati tanpa ada pertambahan ilmu.
Rejeki yang baik - Setidaknya ada 2(dua) syarat yang harus dipenuhi agar rejeki dapat dikatakan baik jika zat dan cara memperolehnya juga halal.
Amal yang diterima - Ini merupakan tujuan setiap muslim, ada beberapa syarat agar amal kita diterima Allah, yaitu:“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka nerakalah yang pantas baginya.” (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya Allah mengharamkan surga atas tubuh yang tumbuh dengan yang haram.” (HR. Abu Nuaim)
“Kemudian Ia (Nabi Muhammad Saw) menyebut seorang laki-laki yang sudah jauh perjalanannya, kusut rambutnya dan berdebu pakaiannya, ia selalu mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa, ya Tuhan, ya Tuhan, tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan tumbuh dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doa itu akan dikabulkan oleh Allah.” (HR. Muslim)
- dilakukan ikhlas karena Allah, bukan untuk mencari duniawi
Umar bin Khatab Ra, berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya” (HR. Bukhari Muslim)
- dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah
Dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang mengamalkan suatu amal (ibadah) yang tidak pernah kami lakukan, maka amalnya itu ditolak.” (HR. Muslim)
- sempurna, dalam arti amal dilakukan secara murni hanya kepada Allah. Tidak boleh beribadah kepada Allah dan menyertai amalan itu dengan pergi ke dukun
categories:
Curhatanku,
KH. Abdullah Gymnastiar
Pentingnnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Harapan tersebut dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya untuk dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupannya sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, di tempat-tempat umum maupun di tempat kerja.
PHBS yang harus dilakukan oleh setiap individu/keluarga/kelompok sangat banyak, dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/keluarga/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.
Penerapan PHBS di sekolah merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan dan memberdayakan para siswa/guru/karyawan/pegawai di sekolah untuk hidup bersih dan sehat.
Pembinaan PHBS di sekolah bertujuan untuk mengembangkan dan mendorong setiap siswa/guru/karyawan/pegawai untuk menerapkan PHBS di sekolah, termasuk mengupayakan lingkungan sekolah yang sehat. Bersekolah dengan tubuh yang sehat merupakan hal yang diinginkan dan menjadi hak azasi setiap siswa. Karena itu menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut memelihara, menjaga dan mempertahankan kesehatan setiap siswa/guru/karyawan/pegawai di sekolah agar tetap sehat dengan melaksanakan pembinaan PHBS di sekolah. Sekolah yang sehat akan membuat para siswa/guru/karyawan/pegawai merasa nyaman dalam aktivitas belajar mengajar.
Sabtu, 10 April 2010
SELAMAT DATANG
Blog ini, sebagai bahan media bagi kuston untuk belajar posting, mengeluarkan segala yang ada didalam benak.
temen2 boleh komentar apa aja untuk sharing pengalaman, kasih masukan atau yaaa apa ajalah.. heuheu...
Mudah2an bermanfaat.
temen2 boleh komentar apa aja untuk sharing pengalaman, kasih masukan atau yaaa apa ajalah.. heuheu...
Mudah2an bermanfaat.